Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Disperta Menghadap Gubernur Jatim

Antisipasi kelangkaan pupuk bersubsidi seharusnya dilakukan sejak awal tahun, karena kuotanya tahun ini turun drastis. Peluang penambahan pupuk bersubsidi tinggal kebijakan gubernur Jawa Timur. Itu, setelah pengajuan penambahan pupuk ke Kementerian Pertanian (Kementan) ditolak.

Imam Nurhamid, Kabid Sarana Prasarana Diperta Bojonegoro telah menghadap gubernur Jatim terkait potensi kelangkaan pupuk, karena pengurangan kuota besar-besaran. realisasi kuota pupuk bersubsidi di Bojonegoro tahun lalu sekitar 179.620 ton, sedangkan tahun ini kuotanya tinggal 83.687 ton. berkurang sekitar 93 ribu ton. Sehingga potensi kelangkaan pupuk cukup besar. Sesuai janji Gubernur, kondisi kekurangan kuota pupuk ini akan menjadi bahan saat rapat dengan Kementan. Sehingga, harapan penambahan kuota saat ini tinggal di gubernur.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, sesuai hasil pertemuannya dengan Kementan, penambahan kuota tidak bisa dipenuhi. Alasannya, anggaran subsidi secara nasional turun. Sehingga, satu-satunya harapan untuk menambah kuota, tinggal di tangan gubernur. Karena, gubernur memiliki kewenangan merevisi kuota di masing-masing kabupaten di wilayahnya. @di

Post Author: gksbi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*